The browser could not find the host server for the provided address.
* Did you make a mistake when typing the domain? (e.g. "ww.mozilla.org" instead of "www.mozilla.org") * Are you certain this domain address exists? Its registration may have expired. * Are you unable to browse other sites? Check your network connection and DNS server settings. * Is your computer or network protected by a firewall or proxy? Incorrect settings can interfere with Web browsing.
Tempoyak Tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu (sekitar tahun 1836), ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas dari Malaysia. Selain itu, mesti masih perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai asal-usul yang sebenarnya dari tempoyak.
Berikut cara membuat tempoyak durian :
Bahan :
- buah durian terlalu matang dan cenderung berasa asam-pahit
- sedikit garam
Pembuatan :
Ambil daging buah durian atau duren, masukan ke dalam guci atau stoples sembari bubuhi garam secukupnya,lalu ditutup rapat. Setelah sekitar Satu Minggu, buka dan diaduk rata, tempoyak siap digunakan.
Cara Membuat Sambal Tempoyak :
Campurkan Tempoyak (secukupnya) yang akan dimasak dengan bawang putih, bawang merah, dan cabe yang telah dihaluskan atau dipotong kecil-kecil. Tambahkan sedikit gula sebagai pengganti penyedap rasa. Goreng sebentar (sekitar 2-3 menit) didalam penggorengan dengan minyak goreng secukupnya untuk melayukan bahan-bahan tersebut. Setelah layu, tempoyak siap dihidangkan hangat-hangat.
6. Air panas ( buat merebus) yang diberi sedikit minyak goreng.
Cara membuatnya:
1. Bersihkan ikan tenggiri dan giling pakai gilingan daging, hanya dagingnya saja, kulit dan durinya dibuang.
2. Campurkan ikan giling dengan air dingin dengan perbandingan 1:1 (atau 1:3/4 untuk lebih terasa ikannya).
3. Takar dengan mangkok bakso (kecil/sedang) dan bila dapat 2 1/2 mangkok, campurkan dengan air dingin sebanyak 2 1/2 mangkok juga (atau kurang, tergantung mau banyak sagu atau tidak).
4. Masukkan garam halus dengan ukuran sendok makan peres, sebanyak jumlah mangkok ikan dan air, dalam hal ini sebanyak 5 sendok makan peres.
5. Masukkan pula bumbu penyedap (Ajinomoto) dan aduk rata.
6. Masukkan tepung sagu perlahan-lahan sambil diaduk dan diuleni. Bila takaran tepat, akan terpakai tepung sagu sebanyak 1 kg, bila kebanyakan air, makin banyak sagu yang dibutuhkan dan rasa ikan kurang terasa.
7. Bila adonan sudah kalis (tidak lengket), dapat dibentuk bulat atau lonjong (lenjer) dengan tangan ditawuri tepung sagu lalu rebus. Sehabis pempek mengapung direbus, angkat, tiris, lalu goreng atau siap dimakan.
8. Bila sudah terbiasa, dapat membuat pempek isi telor mentah, seperti mempuat pastel (lihat contoh gambar di halaman lain).